Baca Juga :  Cara Memilih WordPress Hosting Terbaik?

Cara Memasang dan Menyiapkan Google Tag Manager di WordPress

0 344

Apakah kamu ingin menyiapkan Google Pengelola Tag di WordPress? Tidak yakin apakah kamu memerlukan Google Tag Manager di situs WordPress kamu? Jangan khawatir Pada artikel ini, kami akan menunjukkan cara memasang dan memasang Google Pengelola Tag di WordPress dengan benar dan menjelaskan manfaatnya.

Apa itu Google Tag Manager?

Seringkali pemilik situs web perlu menambahkan beberapa cuplikan kode untuk melacak konversi, lalu lintas, dan mengumpulkan data analisis lainnya.

Dengan Google Tag Manager, kamu dapat dengan mudah menambahkan dan mengelola semua skrip ini dari dasbor tunggal.

Ada kerangka tag bawaan untuk Google Analytics, Adwords, DoubleClick, dll. Pengelola Tag juga bekerja dengan beberapa analisis dan platform pelacakan pihak ketiga.

Selain itu, kamu dapat menggunakan HTML khusus untuk menambahkan pelacakan kamu sendiri atau kode lain yang ingin kamu tambahkan.

Ini akan menghemat waktu untuk menambahkan dan menghapus tag dari kode kamu dan mengelolanya dari dasbor yang mudah. Belum lagi, semua skrip ini dimuat dalam satu skrip.

Karena itu, mari kita mulai dengan Google Tag Manager.

Demi artikel ini, kami akan menunjukkan cara menambahkan Google Analytics ke situs kamu menggunakan Google Tag Manager.

Memulai

Penting untuk dicatat bahwa panduan ini adalah untuk situs WordPress.org yang di-host sendiri (lihat perbedaan antara WordPress.com dan WordPres.org). Jika kamu tidak memiliki situs WordPress, mohon lihat panduan instalasi WordPress kami untuk membuatnya.

Pertama, kamu perlu membuat akun Google Analytics untuk situs web kamu jika kamu belum melakukannya. Kamu bisa mengikuti petunjuk bagaimana cara memasang Google Analytics di tutorial WordPress.

Ikuti langkah-langkah yang disebutkan di bagian “bagaimana cara mendaftar ke Google Analytics”. Berhenti saat kamu mendapatkan kode pelacakan. Alih-alih menambahkan kode pelacakan langsung di WordPress, kami akan menggunakan tag manager untuk melakukannya.

Menyiapkan Google Tag Manager

Setelah kami siap menambahkan Google Analytics, langkah selanjutnya adalah menyiapkan Google Tag Manager.

Kunjungi situs web Google Tag Manager dan masuk menggunakan akun Google yang sama dengan yang kamu gunakan dengan Google Analytics.

Setelah login kamu akan masuk ke add new account page. Cukup berikan nama untuk akun kamu dan klik tombol continue.

Sekarang kamu perlu menambahkan wadah ke akun kamu. Wadah bisa berupa situs web atau aplikasi di platform iOS atau Android. Dalam hal ini kita akan menggunakan web.

Kamu dapat menggunakan domain situs kamu untuk nama penampung. Kamu dapat menambahkan beberapa kontainer untuk setiap akun. Setelah selesai klik pada tombol create untuk melanjutkan.

Google Tag Manager sekarang akan membuat akun kamu dengan penampung, dan kamu akan melihat dasbor penampung kamu. Ini akan terlihat seperti ini:

Sekarang akun Google Tag Manager kamu sudah siap, jadi langkah selanjutnya adalah menambahkan tag baru. Kamu bisa melakukan ini dengan mengklik create new tag.

Pertama, kamu harus memilih produk tag. Saat ini ada 20+ template integrasi yang tersedia.

Kami akan memilih Google Analytics untuk saat ini, namun kamu selalu dapat menambahkan lebih banyak tag dan memilih produk yang berbeda sesuai dengan kebutuhan kamu. Kamu bahkan dapat mengeklik HTML ubahsuaian untuk menambahkan cuplikan kode khusus lainnya.

Setelah memilih Google Analytics, kamu nda akan diminta untuk memilih antara Universal Analytics atau Classic Analytics. Pilih analisis universal, dan kamu akan diminta memberikan ID pelacakan analytics kamu.

ID pelacakan ini adalah kode khusus yang memungkinkan Google mengidentifikasi situs kamu. Kamu dapat memperoleh ID ini dengan masuk ke akun Google Analytics dan mengunjungi tab Admin.

Baca Juga :  10 Plugin Wordpress Mendapatkan Traffic Dengan Cepat

Pilih akun dan properti untuk situs kamu lalu klik pada pelacakan info untuk memperluasnya. Kamu akan melihat link kode pelacakan.

Mengeklik kode pelacakan akan membawa kamu ke halaman kode pelacakan dan juga akan mengungkapkan ID pelacakan UA kamu.

Salin ID pelacakan UA kamu dan tempelkan di Google Tag Manager . Di bawah jenis lagu pilih Page View dan klik tombol continue.

Wizard konfigurasi tag sekarang akan meminta kamu kapan harus menyalakan tag ini. Pilih semua halaman lalu klik tombol create.

Google Tag Manager sekarang akan menunjukkan kode pelacakan yang perlu ditambahkan ke situs WordPress kamu. Kamu perlu menyalin kode ini.

Menambahkan Tag Manager Code di WordPress

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menginstal dan mengaktifkan plugin Insert Headers and Footers. Setelah aktivasi, kamu perlu mengunjungi Settings » Insert Headers and Footers.

Tempelkan kode tag manager kamu di bagian tajuk dan klik tombol simpan untuk menyimpan setelan kamu.

Jika kamu tidak ingin memasang plugin, kamu juga dapat menambahkan kode Google Tag Manager di tema WordPress atau tema Anak kamu. Cukup edit template header.php dan tempelkan kode tepat setelah tag <body>.

Publikasikan Container

Tag di Google Tag Manager tidak akan ditayangkan sampai kamu memublikasikan penampung. Kunjungi dasbor Google Tag Manager dan kemudian klik tombol publikasikan.

Kamu juga dapat melihat pratinjau situs web kamu dan Google Tag Manager akan menunjukkan tag yang dipecat pada setiap tampilan halaman.

Itu saja, kamu telah berhasil menginstal dan mensetup Google Tag Manager untuk situs WordPress kamu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.